Perhatian



DILARANG MEMASUKAN ARTIKEL/MOTIVASI
KE BLOG INI TANPA MEMINTA IJIN PEMILIK BLOG
Yonas Muanley
Category: 0 komentar

Berpikir Medalam Terhadap Realitas "Keindahan"

             Berpikir mendalam adalah ciri berpikir filsafat. Ada banyak bidang kehidupan yang     membutuhkan berpikir mendalam. Ada yang berpikir mendalam terhadap realitas “keindahan”. Keindahan itu dipikirkan secara mendalam, sampai ke akar-akarnya dan menghasilkan apa yang disebut dengan istilah-istilah berikut ini:
1.    apa itu estetika
2.    Filsafat Estetika,
3.     Filsafat Keindahan,
4.    Estetika Filsafat,
5.    Estetika dalam Filsafat,
6.     estetika dalam filsafat keindahan,
7.    cabang-cabang filsafat estetika,
8.     estetika sebagai filsafat keindahan,
9.     estetika dan filsafat,
10. filsafat dalam estetika
Pokok-pokok di atas akan dibahas dalam postingan selanjutnya

Estetika


Template Blog Bernilai Estetika
Blog ini memiliki topik estetika, maka tampilan blog yang dihiasi dengan keindahan template blog dengan gambar hawa-hawa dari negeri seberang mesti dipahami dalam konteks estetika, jadi tidak dalam konteks yang lain.
 
Estetika Sebagai Bidang Ilmu
Estetika adalah salah satu bidang filsafat (bidang ilmu yang berdiri sendiri) yang memikirkan secara mendalam tentang keindahan. Apa itu keindahan? Jawaban terhadap pertanyaan inilah yang telah menyebabkan lahirnya sebuah bidang ilmu yang disebut dengan estetika.

Etimology Singkat Tentang Estetika

Estetika berasal dari bahasa Yunani, αισθητική, dibaca aisthetike. Kali pertama digunakan oleh filsuf  Alexander Gottlieb Baumgarten pada tahun 1735. Ia memakai istilah Filsafat Ilmu untuk pengertian ilmu tentang yang bisa dirasakan lewat persaan
Kini estetika dapat dipakai untuk pengertian tentang 3 hal, yaitu: 
1.    Studi tentang fenomena estetis 
2.    Studi tentang fenomena persepsi 
3.    Studi tentang seni sebagai hasil pengalaman estetis

Sejarah Penilaian Keindahan

Keindahan seharusnya sudah dinilai begitu karya seni pertama kali dibuat. Namun rumusan keindahan pertama kali yang terdokumentasi adalah oleh filsuf Plato yang menentukan keindahan dari proporsi, keharmonisan, dan kesatuan. Sementara itu Aristoteles menilai keindahan datang dari aturan-aturan, kesimetrisan, dan keberadaan. Keindahan itu dapat pula meliputi banyak aspek, yaitu aspek jasmani dan aspak rohani
Pencetus Filsafat Estetika
Tuhan memberi pikiran kepada setiap manusia. Ketika pikiran itu digunakan secara baik maka ia akan menghasilkan pengetahuan yang bermakna. Berbagai Ilmu Pengetahuan yang ada di dunia ini lahir karena hasil berpikir. Hasil berpikir itu bukanlah berpikir biasa tetapi berpikir mendalam, radikal (sedalam-dalamnya) tentang hakikat kenyataan. Salah satu yang dipikirkan manusia adalah “keindahan”. Apa itu keindahan. Adakah ilmu yang berkait dengan keindahan. Jawabannya ada, yaitu estetika. Jika ada, maka apakah istilah estetika ada sendirinya atau ada yang memakainya dan mencetuskannya sebagai sebuah ilmu. Orang yang pertama kali mencetuskan estetika dalam konteks Filsafat Esetika adalah Alexander Gottieb Baumgarten pada tahun 1975. Ia mengungkapkan bahwa estetika adalah cabang ilmu yang dimaknai oleh perasaan.

Apa itu Filsafat Esteika[1]

Estetika adalah cabang ilmu yang membahas ttg keindahan, yaitu bagaimana keindahan itu dapat tercipta dan bagaimana orang bisa merasakannya dan memberi penilaian terhadap keindahan tersebut. Dalam hal ini, filsafat estetika akan selalu berkaitan dengan antara baik dan buruk, antara indah dan jelek. Sementara salah dan benar itu biasanya dibicarakan dalam filsafat epistemology.
Filsafat estetika adalah cabang ilmu dari filsafat Aksiology, yaitu filsafat nilai. Istilah Aksiologi dipakai untuk member batasan tentang kebaikan, yang meliputi etika, moral, dan perilaku. Jadi, esetika adalah ilmu yang memfokuskan pada hakikat keindahan atau nilai keindahan. Sedangkan hakikat benar dan salah itu ada dalam filsafat epistemology. Artinya sejauhmana pengetahuan itu benar dan salah, itu dapat dipelajari dalam epistemology.
Secara etimology, estetika diambil dari bahasa Yunani, yaitu dari kata “aisthetike”, artinya segala sesuatu yang cerap oleh indra. Filsafat estetika membahas tentang refleksi kritis yg dirasakan oleh indra dan member penilaian terhadap sesuatu, indah atau tidak indah, beauty or ugly. Estetika disebut juga dengan filsafat keindahan.

Perlu disadari bahwa estetika atau keindahan tidak selalu memiliki rumusan tertentu. Keindahan itu berkembang sesuai penerimaan  setiap orang atau setiap kelompok masyarakat terhadap ide yang ditampilkan oleh sang pembuat karya. Oleh karena itu maka tidak dapat dihindari dua hal dalam penilaian keindahan yaitu yaitu the beauty, suatu karya yang memang diakui banyak pihak memenuhi standar keindahan dan the ugly, suatu karya yang sama sekali tidak memenuhi standar keindahan dan oleh masyarakat banyak biasanya dinilai buruk, namun jika dipandang dari banyak hal ternyata memperlihatkan keindahan.[2]

Salam Estetika
Yonas Muanley, M.Th.

Pages

Mengenai Saya


Saya lahir dan besar dlm satu keluarga yang setia dalam iman kepada pemberi iman itu, yaitu TUHAN yang telah menjadi IMANUEL dan menjadi Juruselamatku.

Pengikut